Hello Indonesia,
Happy Birthday!!
Selamat ulang tahun!!
Otanjoubi Omedeto!!
Sudah tua juga dirimu, masih tetap berjuang dan berkembang.
23 tahun lalu, saya dilahirkan dibumi Indonesia ini, tongkat dan kayupun jadi tanaman serta kolam pun jadi susu. Begitulah perumpamaan para musisi-musisi kita menyebutmu. Kita sama-sama tahu kalau negeri kita itu subur dan makmur, buktinya adalah sumber daya alam yang melimpah di berbagai daerah negerimu.
Sekarang, di berbagai media informasi, dirimu dibanggakan. Sayapun bangga menjadi orang Indonesia, akan selalu bangga bagaimanapun keadaanmu saat ini.
Saya jadi teringat masa-masa sekolah dulu. Kita diwajibkan datang ke sekolah untuk merayakan hari jadimu. Upacara bendera di tengah teriknya matahari. Hormat ketika benderamu berkibar di tiang tinggi. Mendengar pidato mengenai detik-detik kamu berdiri merdeka. Tapi tak sedikitpun dari kami yang menghindari acara ini. Beralasan jadi panitia 17-an lah di daerah rumahnya, beralasan sakit, mengantar teman sakit, dan sebagainya. Saya tidak tahu bagaimana jika pihak sekolah tidak mewajibkan acara ini, mungkin hanya sebagian dari kami yang hadir. Mungkin sayapun begitu, tetap menarik selimut dan kembali tidur. Zzzzzzzz.
Sudah lama saya tidak merasakan panasnya upacara, pegalnya berdiri terlalu lama, mendengarkan pidato kemerdekaan, mengeceng siswi kelas sebelah :p, memilih barisan paling belakang supaya bisa bercanda dan ngobrol, padahal badan saya tidak terlalu tinggi, jadi semestinya ada dibarisan paling depan. Ya, saya rindu saat itu, setidaknya ikut bagian dalam perayaanmu.
Sekarang, menurut saya bukan upacaranya yang menjadi inti, tetapi bagaimana kita menyikapinya. Bagaimana caranya kita menghargai negeri kita yang semakin tua ini, seberapa besar bangganya kita pada Indonesia. Ketika banyak orang yang lebih memilih liburan ke luar negeri padahal masih banyak tempat di Indonesia yang tidak kalah bagusnya dengan itu semua. Tapi ketika semua itu diklaim negara tetangga, semua berteriak GANYANG!!
Saya pun bercermin pada diri sendiri,
Saya hanya bisa mengamati situasi negeri ini, belum bisa berbuat banyak pada negeri ini. Saya hanya sering berkomentar tanpa ada solusi. Ikut menghujat tentang korupsi di negeri ini, penyelewengan dana, kemiskinan, dan lain-lain tapi saya hanya diam, tak bisa bertindak.
Semoga esok hari saya, kita, kalian bisa berubah, bisa bertindak. Ubahlah dimulai dari diri kita sendiri dan menjadi lebih baik, pasti Indonesiapun akan lebih baik lagi.
MERDEKA!!!