Hei kamu yang disana,
Sanggupkah kamu menangis sendiri tanpa ada bahu yang biasa menopangmu
Sanggupkah kamu melangkah sendiri tanpa ada tangan yang biasa menggenggam tanganmu
Sanggupkah kamu terlelap sendiri tanpa ada tubuh yang biasa memelukmu
Sanggupkah kamu bermimpi sendiri tanpa ada cerita yang biasa menenangkanmu
Hari itu saya akan pergi lagi, entah untuk berapa lama
Kamu dan saya akan menjalani ini sendiri lagi
Mungkin teknologi akan membantu, tapi itu tidak sama
dan saya akan selalu merindukan segala sesuatu darimu
senyumanmu, pelukanmu, hangatmu, ceritamu, manjamu, marahmu, kadang tangismu, cerewetmu juga, cemburumu, masakanmu, dan kamu.
Hei kamu yang disana,
Ini lingkaran kita, perjalanan kita.
Sanggupkah kamu menjalani ini semua denganku, sanggupkah kita menjalani ini semua bersama
Selalu, selamanya.